RSS : Articles / Comments


Sistem Pompanisasi Harapan Baru Bagi Anggota

1/25/2012, Posted by Gung Raka Purnawan, No Comment

Krisis Air dimusim kemarau tahun lalu sangat dirasakan oleh masyarakat Banjar Bukit Sakti Desa Lokapaksa, Khusunya Masyarakat wilayah atas di Kelompok Tani Ternak Pucak Manik. Musim Kemarau Kemarin adalah musim yang paling sulit mendapat air bersih diantara musim kemarau tahun-tahun sebelumnya, mengingat bencana banjir bandang awal tahun 2011 membawa dampak terhadap saluran pipa air bersih desa lokapaksa. Sarana perpipaan desa tergerus oleh banjir sepanjang 3 Km. Hingga kini di awal tahun 2012 masyarakat daerah atas di bukit sakti belum bisa memperoleh fasilitas air bersih.

Cerita yang sama dialami oleh anggota Kelompok Tani Ternak Pucak Manik, Semenjak putusnya jaringan perpipaan desa lokapaksa ternak sapi yang ada di kandang koloni sudah tidak pernah dimandikan, jangankan untuk mandi ternak, untuk minum seteguk air bersih saja sudah sangat sulit memperoleh air bersih, beberapa tanaman HMT mengalami kekeringan, tandus, gresang dan berdebu itulah pemandangan sehari-hari.
Read More - Sistem Pompanisasi Harapan Baru Bagi Anggota

Membangun Lembaga Keuangan Petani di Desa

1/22/2012, Posted by Gung Raka Purnawan, 3Comments

Desa Lokapaksa memiliki potensi yang sangat besar di bidang pertanian, namum sangat disayangkan sekali potensi yang besar tersebut tidak dibarengi dengan kemajuan ekonomi penduduknya yakni petani itu sendiri, juga tidak dibarengi dengan penumbuhan lembaga keuangan yang tangguh di tingkat desa entah dimana asal muasal dan sebab LPD yang sudah sedari dulu dikembangkan tidak pernah menunjukkan perkembangannya, yang sudah sedari dulu kala mendapat banyak suntikan dana dari pemerintah tidak pula menunjukkan kemajuan, bahkan sebuah lembaga CBD yang diharapkan bisa menjadi Lembaga Ekonomi Mikro di pedesaan hingga kini keberadaanya entah dimana....!

Bagi masyarakat kecil seperti kami kaum tani, semua ini sangat mengherankan sekali, desa yang kaya potensi kalah telak dengan desa yang miskin potensi, lihat saja desa-desa kering di bali barat, adalah desa tetangga kami seperti desa Sanggah Langit, Desa Musi, Desa Pejarakan dan Desa Sumber Kima, LPD di desa-desa tersebut sangat berkembang dan bahkan maju pesat, padahal potensi desanya kalah dengan desa kami. 
Hal ini membuat kami jengah apa sebetulnya yang terjadi dan apa akar permasalahan hingga desa kami seperti ini, ternyata ada beberapa faktor diantaranya :
1. Ketidak Tegasan Pengelola Desa (Aparat Desa, BPD dan Desa Adat) dalam menjalankan kewajibanya. Sebuah Bukti nyata : Aparat Desa, BPD dan Desa Adat tidak berani menindak tegas para penunggak cicilan CBD dan LPD. Aturan yang ada hanya sebatas "GRETAK SAMBAL" Semata.
2. Kemiskinan dan Kemalasan serta Premanisasi tubuh subur sehingga masyarakat lebih mengutamakan otot dibandingkan otak dalam penyelesaian permasalahan.
3. Kesadaran bebrapa anggota Masyarakat dalam menjaga nama baik diri sendiri dan nama baik desa sangat rendah.

Read More - Membangun Lembaga Keuangan Petani di Desa

Membuat Proposal Permohonan

1/17/2012, Posted by Gung Raka Purnawan, 6Comments


Ada sebuah pernyataan seorang Profesor Doktor yang kebetulan terbaca di media dunia maya ini, pernyataan itu kurang lebih "menganggap program Simantri hanya menguntungkan dan dapat dinikmati oleh para petani kaya yang pintar menyusun proposal bukan pada petani tradisional". Jujur saya merasa terketuk hati saya, saya menulis dalam media blog ini untuk teman-teman sesama petani, saya bantu mereka menyusunkan sebuah proposal permohonan bantuan SIMANTRI yang kemudian diajukan kepada gubernur. Suatu saat saya akan posting sebuah artikel profil petani miskin di dalam kelompok-kelompok Simantri, sebagai tanda bahwa Mereka Layak mendapatkan Simantri.
Pernyataan "Petani Kaya", menurut saya kata kaya itu relatif, apakah ukuran petani kaya itu...?, memiliki uang banyak, mobil, traktor, banyak sapi, ladang luas, pergaulan yang luas, atau apa...?, saya sulit mendifinisikan dengan benar.  
Menurut kami Simantri jauh lebih layak diberikan kepada GAPOKTAN mengingat Gapoktan adalah induk semua Poktan termasuk Subak, lalu kenapa mesti "ada friksi" antara subak dengan gapoktan...?, toh juga mereka ada didalam gapoktan, yang nantinya gapoktan menjadi sebuah lembaga bagi petani di desa, yang sejalan dengan penguatan kelembagaan petani. Mengenai pernyataan "Hanya petani pintar", Menurut saya petani Bali mesti pintar, petani tidak hanya berkutat dalam belepotan lumpur saja, melainkan petani wajib pintar di segala aspek, menguasai manajemen, mengauasai IT dan lain sebagainya, karena dunia pertanian adalah dunia kompleks dan dinamis, yang sarat akan tebaran ilmu pengetahuan real. Ilmu pengetahuan tidak mesti dibangku kuliah saja adanya, bahkan di dunia pertanian jauh lebih banyak, kalo seorang profesor berniat membantu petani begini caranya :
1. Bantu Uji Lab GRATIS Produk SIMANTRI diantaranya : Pupuk Kompos, Produk Bio Urine, Produk Bio Kultur, dan lain sebagainya agar petani bisa mendapat sertifikasi atas produk mereka.
2. Bantu didik Petani dengan bagikan ilmu manajement, Sentuhan IPTEK dalam mekanisasi pertanian, thesis dan hasil-hasil penelitian jangan ditaruh di perpustakaan saja, share dengan petani di kelompok atau subak, na itu kan ada yang namanya Tri Dharma Perguruan Tinggi, implementasi nyatakan itu.

Nah biar tidak berkutat seputar pernyataan beberapa pihak tadi, maka kali ini saya akan coba membagi sebuah teknik pembuatan proposal yang saya ketahui, dan tentu jauh dari sempurna, untuk itu mohon masukan yang membangun untuk kebaikan artikel ini dan kemajuan kita semua.

Read More - Membuat Proposal Permohonan

Mengenal Peternakan Modern

1/13/2012, Posted by Kelompok Ternak Pucak Manik, 2Comments

Jika kemarin kita telah Mengenal Alat Tradisional Pertanian di bali, dan Mengenal Ragam HMT untuk Ternak Sapi maka hari ini kami akan mangajak Mengenal Peralatan Peternakan Modern dalam penyediaan pakan ternak mereka. Jauh di Luar Negeri sana ( Inggris, Australia dan Amerika ) Pertanian dan Peternakan disana telah memanfaatkan teknologi modern dalam pengelolaan pertanian dan peternakan mereka. Mekanisasi dalam dunia Peternakan dengan menggunakan mesin-mesin canggih, traktor canggih dan beberapa peralatan canggih lainnya dalam penyediaan pakan ternak mereka.
Peternakan yang dikelola secara modern ini dengan memiliki ribuan ekor ternak sudah tentu memerlukan pakan ternak dalam jumlah yang sangat besar, namun bagi peternak disana kesulitan pakan bukan merupakan masalah yang besar bagi mereka, manajement peternakan mereka sudah sangat Mulai dari dari sektor hulu hingga hilir.

Disektor Hulu dalam penyediaan pakan ternak, petani disana memiliki ladang rumput yang sangat luas, nah untuk mengelola ladang rumput ini tentu tidak bisa dikelola hanya dengan menggunakan tenaga manusia, tenaga mesin alias mekanisasi pertanian dengan sentuhan teknologi yang modern dan canggih, sehingga dengan alat pertanian ini akan meminimalisasi tenaga kerja manusia.

Read More - Mengenal Peternakan Modern

Mengenal Alat Tradisional Pertanian

1/10/2012, Posted by Kelompok Ternak Pucak Manik, 5Comments

Pulau Bali, pulau kecil munggil nan unik dengan segala keindahan panorama alam nya, dengan keunikan budayanya telah berhasil memikat hati para wisatawan di dunia. Berbicara soal keindahan panaroma Alam Bali, Keunikan Budaya Bali dan Pesatnya Pariwisata Bali kita tidak bisa terlepas dari sebuah dunia yang disebut Pertanian Bali. Pertanian di bali memiliki pertalian yang erat antara Budaya, Agama, Alam Bali dan Pariwisata di Bali.
Secara umum dapat disimpulkan bahwa pertanian di bali adalah adalah sesuatu hal yang sangat kompleks sekali karena selalu bersentuhan dengan sektor yang lainnya, Sebagai contoh Sistem Subak yang sangat terkenal dan mendunia ini. Sistem Subak merupakan sebuah organisasi yang mengatur tata kelola sistem pengairan persawahan di bali yang menerapkan konsep "Tri Hita Karana" yakni sebuah konsep harmonisasi antara hubungan manusia dengan Tuhan, Lingkungan/alam dan manusia itu sendiri.
Dalam hal ini di sektor pertanian kita akan membahas  mengenai alat tradisional pertanian yang selama ini di gunakan dalam menunjang usaha pertanian di bali.
I. PERALATAN PENGOLAHAN LAHAN
1. PERALATAN METEKAP / MEMBAJAK SAWAH
Metekap adalah istilah orang bali dalam  membajak sawah mereka, peralatan tradisional yang mereka pakai terdiri dari "UGA" ditaruh pada leher kedua ekor sapi yang kemudian di ikat pada "TENGALA" dan "LAMPIT" yang berfungsi untuk membajak sawah.
Read More - Mengenal Alat Tradisional Pertanian

Mengenal Ragam HMT Untuk Ternak Sapi

1/09/2012, Posted by Kelompok Ternak Pucak Manik, No Comment

Mengenal ragam HMT (Hijauan Makan Ternak) Bagi peternak pemula sangatlah penting sebelum memutuskan untuk beternak sapi. Bagaimanapun juga Sapi tetap memerlukan HMT untuk kebutuhan hidupnya layaknya manusia. Sapi Bali dengan salah satu keunggulannya yang mampu bertahan dan adaptasi yang tinggi terhadap berbagai kondisi iklim dan cuaca khususnya di daerah kami, Desa Lokapaksa dengan kondisi alam yang panas di musim kemarau sudah tentu bagi petani ternak mesti menyiasatinya dengan berbagai persiapan dalam rangka menghadapi kekeringan di musim kemarau. Berbagai persiapan mesti dilakukan diantaranya : dengan menabung pakan dari limbah pertanian saat musim penghujan/saat pakan berlimpah baik dengan metode SILASE ataupun HAY, Serta menggiatkan penanaman beragam HMT di lahan pertanian mereka, nah untuk mengenal lebih dekat Ragam HMT Untuk Ternak Sapi dapat disampaikan sebagai berikut :

1. KING GRASS (RUMPUT RAJA) 

Rumput raja adalah jenis rumput baru yang belum banyak dikenal, yang merupakan hasil persilangan antara pennisetum purpereum (rumput gajah) dengan pennisetum tydoides, rumput ini mudah ditanam, dapat tumbuh dari dataran rendah hingga dataran tinggi, menyukai tanah subur dan curah hujan yang merata sepanjang tahun. Produksi rumput ini jauh lebih tinggi dibandingkan rumput lainnya.
Penanaman rumput gajah dapat dilakukan dengan stek maupun sobekan rumput stek terlebih dahulu dipotong-potong sepanjang 25-30 cm atau paling sedikit terdiri dari dua mata. Sedangkan bila menggunakan sobekan rumpun anak dipilih rumpun muda yang tingginya 20-25 cm. Kebutuhan bibit per hektar dengan jarak tanam 1 x 1 m adalah sebanyak 10.000 stek atau rumpun. Waktu tanam yang baik adalah pada awal sampai pertengahan musim hujan, sehingga pada musim kemarau nanti akan tanaman sudah dalam dan cukup kuat.


Pada penanaman dengan stek harus diperhatikan. Mata tunas jangan sampai terbalik karena akan mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Stek dapat langsung ditancapkan setengahnya ke dalam tanah dengan tegak lurus atau miring serta jarak tanam 1 x 1 m. Untuk penanaman dengan sobekan rumpun, terlebih dahulu dibuat lobang sedalam 20 cm. Pada tanah miring tanah tidak perlu diolah, cukup dibuat lubang-lubang menurut kontur tanahnya sedemikian rupa sehingga sekaligus dapat berfungsi ganda sebagai penahan erosi. Jarak tanam dalam baris untuk tanah miring dianjurkan 50 cm dan jarak antar baris adalah 1 meter. Pemupukan pertama dilakukan pada waktu pengolahan (perataan) tanah yaitu dengan menggunakan 10 ton pupuk kandang/ha, 50 kg kcl dan 50 kg sp36/ha.
Read More - Mengenal Ragam HMT Untuk Ternak Sapi

Upacara "Nangluk Merana" Di Bali

1/04/2012, Posted by Kelompok Ternak Pucak Manik, No Comment

Upacara dan upakara dalam bidang pertanian di bali sudah dikenal dari zaman dulu hingga di era kekinian masih tetap lestari, salah satu upacara dan upakara dibidang pertanian di bali diantaranya : "Tumpek Kandang atau tumpek uye" yang jatuh setiap enam bulan sekali yaitu pada setiap Sabtu Umanis wuku Uye, dengan tujuan untuk menghormati dewa siwa dalam manifestasinya sebagai sang rare angon yang merupakan penguasa semua binatang dan "Tumpek Wariga, Tumpek Uduh atau Tumpek Bubuh" yakni upacara yang jatuh setiap 6 bulan sekali pada Sabtu Umanis Wuku Wariga, Tujuan upacara ini yakni memberikan persembahan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasi sebagai Sangkara, Dewa Penguasa Tumbuh-tumbuhan. Masih banyak lagi tradisi di bali yang erat kaitanya dengan dunia pertanian dan salah satunya yakni Upacara Nagluk Merana.
Upacara Nagluk Merana bermaksud untuk menghindari segala mara bahaya atau gangguan yang menyerang lahan pertanian atau perkebunan, apakah itu dirusak oleh burung, dirusak oleh monyet, diserang lebah, diserang hama tikus, hama belalang sangit, ujung janur mati, dan mereng. Inti upacara ini adalah salah satu upaya memohon kepada Tuhan agar keseimbangan alam tetap terjaga. Oleh sebab itu, upacara 'Nangluk Merana', yang menurut sastra kuno adalah dipercaya untuk penanggulangan secara 'niskala' atas hama yang datang menyerang tanaman milik para petani.
Tradisi unik yang telah diwarisi di bali ini perlu kita lestarikan dan tidak hanya berkutat pada tatanan upacara dan upakara saja, namun perlu kita maknai dan di implementasikan dalam konteks kehidupan nyata di era kekinian. Dalam kehidupan kita sekarang ini banyak kita temui berita bencana alam, wabah tikus, ulat bulu, kekeringan, kerusakan hutan dan lain sebagainya, ini semua sebagai pertanda bahwa tatanan ekosistem sekarang ini sudah tidak stabil lagi, padahal bebrapa program telah diluncurkan dalam menyelamatkan dunia ini, namun semua hanya baru pada tatanan wacana, sedikit tindakan nyata.

Read More - Upacara "Nangluk Merana" Di Bali
Posting Baru Posting Lama Beranda