RSS : Articles / Comments


BALADA PARA PETANI

4/23/2012, Posted by Kelompok Ternak Pucak Manik, 2Comments

Kami tak pernah bertanya
Tidak juga berbicara tentang diri kami

Sejak manusia belum mengenal logam
Sejak kerbau dan sapi belum diairkan
Tahukah kalian
Kami para petani telah memulai menanam
Setelah jemu berburu dan mengumpulkan binatang

Tahukah kalian
Kamilah para petani pemula budaya
Membuat mata manusia terbuka dan hidup damai berlipat ganda
Generasi demi generasi kami pelihara
Sambil menanti ribuan tahun lagi
Tibanya zaman baru technology dan industry
Informasi dan komunikasi
Tanpa kami para petani
Dimana pula kalian berteduh
Mengasah fikiran memajukan zaman dan pengetahuan

Dizaman perangpun tentara kita bertumpu pada petani
Dizaman kemerdekaan saat tak ada sepeserpun modal masuk dari negeri antah berantah
Lalu siapa yang menjamin perut kalian
Yang lapar dan terkulai lemah


Read More - BALADA PARA PETANI

Menyulap Lahan Kritis Menjadi Kebun Organik

4/03/2012, Posted by Kelompok Ternak Pucak Manik, No Comment

Desa Lokapaksa, khususnya Banjar Bukit Sakti bagian atas merupakan lahan kritis, dengan potensi pertanian tegalan, peternakan dan daerah perkebunan, dikala musim penghujan para petani begitu menggebu-gebu menggarap lahan tegalan mereka untuk ditanami beraneka ragam tanaman palawija seperti jagung, ketela pohon, undis, komak, kecipir/kelongkang, cabe, pohon pisang dan lain sebagainya sebagai penunjang pendapatan mereka nantinya, mengingat lahan tegalan yang hanya bisa ditanami dikala musim penghujan tiba, sedangkan di musim kemarau petani tidak bisa memanfaatkan lahan pertanian mereka.

Kelompok Tani Ternak Pucak Manik Semenjak masuknya Program SIMANTRI telah berusaha semaksimal mungkin memanfaatkan lahan kritis yang ada disekitar lingkungan kandang koloni kami semaksimal mungkin.
Proyek kami adalah Menyulap lahan kritis menjadi kebun organik, kebun organik percontohan milik kelompok kami, kami tanami dengan pisang, cabe, ketela rambat diatas tanah porus dan bebatu.
Dengan memanfaatkan Pupuk Organik Produksi Kelompok Kami baik pupuk padat kompos, bio urine dan limbah biogas yang ada untuk memupuk tanaman dan media tanam kebun kami.

Read More - Menyulap Lahan Kritis Menjadi Kebun Organik

Menyadap Tuwak

4/02/2012, Posted by Kelompok Ternak Pucak Manik, No Comment

Menyadap tuak adalah pekerjaan tambahan bagi I Gusti Putu Artha Yasa, disamping selain sebagai seorang petani dan peternak sapi.
I Gusti Putu Artha Yasa adalah salah satu potret petani miskin anggota Kelompok Tani Ternak Pucak Manik, beliau sangat percaya bahwa walaupun hari ini susah esok hari bersama KTT. Pucak Manik pasti akan jauh lebih cerah.
I Gusti Putu Artha Yasa yang tinggal disebuah gubuk sederhana di samping kandang koloni KTT. Pucak Manik saat ini sangat aktif dalam kegiatan usaha yang ada di KTT. Pucak Manik, beliau lah bersama teman-teman anggota KTT. Pucak Manik sebagai motor yang mengelola pupuk organik produksi KTT. Pucak Manik.
Dengan pola bagi hasil 30% atas pengelolaan pupuk organik produksi KTT. Pucak Manik beliau bersama teman-teman anggota sudah sangat merasakan keuntungannya dalam kelompok SIMANTRI ini.
 
Disamping kegiatan di simantri, I Gusti Putu Artha Yasa memiliki kegiatan tambahan yakni menyadap tuak, tuak hasil sadapan dari pohon rontal beliau kumpulkan jirigen deni jirigen. kegiatan ini telah beliau lakoni sejak beliau baru memulai berumah tangga.
Tuak hasil sadapan beliau dijual kepada para pengepul dan ada juga yang langsung memesan langsung kepada beliu, tuak tersebut dijual dengan harga Rp. 11000,- per 5 liter tuak.
Tuak yang dijual kepada para pengepul nantinya akan digunakan sebagi gula, sedangkan jika ada yang memesan secara langsung akan digunakan dalam acara minum tak para penikmat tuak di wilayah desa kami.
Setiap pagi-pagi beliau mengawali dengan mengambil tuak hasil sadapannya yang telah ditampung semalaman dalam wadah bung-bung (sejenis wadah dari potongan batang bambu), kemudian beliau melanjutkan kegiatannya sebagai petani dan peternak, setelah menjelang sore hari beliau melanjutkan kembali memanjat batag pohon rontal untuk mengiris batang sadapan tuak dengan harapan esok hari tuak terkumpul kembali dalam wadah bung-bung, kemudian mengumpulkan kembali hasil sadapan tuaknya. itulah rutinitas beliau sehari-hari.
 
I Gusti Putu Artha Yasa  terkadang jika tidak ada kegiatan di dunia pertanian sebagai buruh tani atau kegiatan di ladang sudah tidak ada lagi maka beliau menambil pekerjaan sebagai buruh angkut beras di gudang bulog tangguwisia, namun beliau tetap melaksanakan kegiatan menyadap tuak ini di pagi dan sore hari demi menghidupi keluarga beliau.
Hingga saat ini beliau tinggal di sebuah gubuk beratapkan asbes dengan dinding bedeg bambu. 
Inilah potret kemiskinan anggota kami, untuk itu jika ada sebuah program bedah rumah baik yang diselenggarakan melalui program pemerintah maupun swasta kami mohon perhatiannya agar beliau bisa memiliki sebuah rumah yang layak huni. Atas perhatiannya kami haturkan terimakasih.
Read More - Menyadap Tuwak

Ternak Babi Sebagai Usaha Sampingan Para Ibu

4/01/2012, Posted by Kelompok Ternak Pucak Manik, 2Comments

Ngubuh Kucit atau Ngubuh Celeng istilah dibali bagi peternak babi, para ibu-ibu di bali memiliki pekerjaan sampingan dengan  memelihara babi di areal belakang pekarangan rumah mereka, biasanya sepulang bekerja di sawah mengurus ladang dan membantu para suami, para ibu-ibu petani mereka memberi pakan ternak babi mereka.
Hampir sebagian besar ibu-ibu petani yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) Manik Amertha, desa lokapaksa memelihara babi sebagai usaha sampingan dalam membantu perekonomian keluarga mereka.
Hampir sebagian besar Masyarakat bali memiliki minat yang besar dalam mengkonsumsi daging babi, selain dari sisi rasa daging bali yang sangat enak, serta salah satu sumber protein hewani dengan kandungan asam amino esensial yang lebih lengkap jika dibandingkan dengan protein nabati.
Masyarakat bali banyak menggunakan daging babi selain sebagai panganan juga digunakan dalam kegiatan upacara keagamaan yang ilengkapi dengan guling babi lengkap dengan urutan dan lawar babi, sehingga Pemotongan babi dibali setiap tahunnya mengalami peningkatan sekitar 5,4% pertahun. Dalam hal ini tentu ini merupakan sebuah peluang besar dalam mengembangkan usaha agribisnis ternak babi bali.

Read More - Ternak Babi Sebagai Usaha Sampingan Para Ibu
Posting Baru Posting Lama Beranda