RSS : Articles / Comments


Administrasi Kelompok Tani / Gapoktan

10/10/2010, Posted by Kelompok Ternak Pucak Manik, 10Comments

Bagi Kami pada awal-awal pendirian Kelompok Ternak Pucak Manik sebagai Kelompok Tani Ternak Sapi Bali, yang merupakan salah satu proyek percontohan Pemerintah Provinsi Bali dalam sistem pertanian terpadu / Sistem Pertanian Terintegrasi yang di bali lebih dikenal dengan istilah SIMANTRI yakni Sistem Management Pertanian Terintegrasi dalam rangka menuju visi bali organik, bali clean dan bali mandara, ini kami banyak di bimbing oleh seorang PPL yang sangat baik diterima dihati Anggota kelompok kami, Beliau adalah : Bapak I Made Santiyasa, SP. beliau banyak memberi arahan dan bimbingan  agar kelompok kami maju dan berkembang, untuk itu salah satunya kami harus memulai dengan tertib Administrasi dalam kelompok, tersedianya kelengkapan administrasi pembukuan yang baik.  adapun buku-buku yang mesti dilengkapi Baik buku keuangan maupun buku  non keuangan.

Dengan ini kami ingin berbagi kepada para petani yang baru membentuk kelompok tani (POKTAN) maupun GAPOKTAN, beberapa contoh Admisitrasi Kelompok Tani/Ternak (POKTAN) dan atau GAPOKTAN.
BUKU- BUKU KEUANGAN terdiri dari : Buku Kas, Buku Kas Pembantu
BUKU- BUKU NON KEUANGAN terdiri dari :Buku Tamu, Buku Inventaris, Buku Anggota, Buku Susunan Pengurus, Buku Notulen Rapat, Buku Agenda Surat, Buku Anjuran Instansi Lain
Berikut contoh pembukuan dalam POKTAN / GAPOKTAN, dapat di Download disini

BUKU TAMU
NO.
HARI TANGGAL
NAMA
INSTANSI / ALAMAT
JABATAN
MAKSUD TUJUAN
KESAN / PESAN
TANDA TANGAN
1
2
3
4
5
6
7
8
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Read More - Administrasi Kelompok Tani / Gapoktan

Limbah Biogas Sebagai Pupuk Organik

10/09/2010, Posted by Kelompok Ternak Pucak Manik, No Comment

Berangkat dari berbaggai permasalahan nasional yang sering menjadi isu nasional saat ini seperti : Krisis energy, penggundulan hutan dan  kelangkaan pupuk yang sering  terjadi dan langsung bersentuhan dihadapi oleh para petani, maka kedepan setidaknya petani tidak lagi ketergantungan dengan pupuk kimia buatan, petani mengurangi ketergantungan dengan energi BBM yang semakin langka, tidak lagi menggunduli hutan untuk bahan bakar memasak, serta petani kedepan harus mampu kreatif dan berdaulat.

Kedualatan petani yang saya ketahui adalah petani tidak lagi tergantung pada produsen suatu merk pupuk dan pestisida kimia, mereka mampu memanfaatkan potensi dilingkungan yang tersedia untuk menjawab kebutuhan usaha pertanian mereka.

Dalam jangka waktu yang lama, praktek budidaya pertanian di Bali umumnya masih secara konvensional atau dengan kata lain masih menggunakan pupuk dan pestisida kimia yang didapat petani dengan cara membeli, namun seiring waktu kebutuhan dan ketergantungan pada pupuk dan pestisida kimia mulai dirasakan oleh sebagian besar petani khususnya anggota Kelompok Ternak Pucak Manik, besarnya biaya produksi yang harus dipenuhi petani disaat menjalakan usaha pertaniannya semakin menambah keterpurukan ekonomi keluarga petani, menurunnya produktifitas lahan akibat penggunaan pupuk dan pestisida kimia menambah kesulitan tersebut, sehingga wajar apabila banyak ditemukan lahan sawah dibiarkan terbengkalai di Bali, bahkan lebih memungkinkan untuk dialih fungsikan menjadi Bangunan pertokoan.
 
Kelompok Ternak Pucak Manik sebagai Kelompok Tani Ternak Sapi Bali, yang merupakan salah satu proyek percontohan Pemerintah Provinsi Bali dalam sistem pertanian terpadu/terintegrasi (SIMANTRI), Semenjak Kelompok Memanfaatkan Biogas sebagai bahan bakar alternatif untuk memasak dan lampu penerangan di kandang koloni, Keberadaan Biogas sangat dirasakan sekali manfaatnya oleh segenap anggota kelompok, selain anggota memanfaatkan biogas untuk memasak, Lampu penerangan, anggota kelompok juga memanfaatkan limbah Outlet biogas sebagai pupuk organik cair.
Read More - Limbah Biogas Sebagai Pupuk Organik
Posting Baru Posting Lama Beranda