Langsung ke konten utama

Postingan

Administrasi Kelompok Tani / Gapoktan

Bagi Kami pada awal-awal pendirian Kelompok Ternak Pucak Manik sebagai Kelompok Tani Ternak Sapi Bali , yang merupakan salah satu proyek percontohan Pemerintah Provinsi Bali dalam sistem pertanian terpadu / Sistem Pertanian Terintegrasi yang di bali lebih dikenal dengan istilah SIMANTRI yakni Sistem Management Pertanian Terintegrasi dalam rangka menuju visi bali organik, bali clean dan bali mandara, ini kami banyak di bimbing oleh seorang PPL yang sangat baik diterima dihati Anggota kelompok kami, Beliau adalah : Bapak I Made Santiyasa, SP. beliau banyak memberi arahan dan bimbingan  agar kelompok kami maju dan berkembang, untuk itu salah satunya kami harus memulai dengan tertib Administrasi dalam kelompok, tersedianya kelengkapan administrasi pembukuan yang baik.  adapun buku-buku yang mesti dilengkapi Baik buku keuangan maupun buku  non keuangan. Dengan ini kami ingin berbagi kepada para petani yang baru membentuk kelompok tani (POKTAN) maupun GAPOKTAN, beberapa co...

Limbah Biogas Sebagai Pupuk Organik

Berangkat dari berbaggai permasalahan nasional yang sering menjadi isu nasional saat ini seperti : Krisis energy, penggundulan hutan dan  kelangkaan pupuk yang sering  terjadi dan langsung bersentuhan dihadapi oleh para petani, maka kedepan setidaknya petani tidak lagi ketergantungan dengan pupuk kimia buatan, petani mengurangi ketergantungan dengan energi BBM yang semakin langka, tidak lagi menggunduli hutan untuk bahan bakar memasak, serta petani kedepan harus mampu kreatif dan berdaulat. Kedualatan petani yang saya ketahui adalah petani tidak lagi tergantung pada produsen suatu merk pupuk dan pestisida kimia, mereka mampu memanfaatkan potensi dilingkungan yang tersedia untuk menjawab kebutuhan usaha pertanian mereka. Dalam jangka waktu yang lama, praktek budidaya pertanian di Bali umumnya masih secara konvensional atau dengan kata lain masih menggunakan pupuk dan pestisida kimia yang didapat petani dengan cara membeli, namun seiring waktu kebutuhan dan ketergant...

Keuntungan Dalam Membangun Usaha Berkelompok

Desa Lokapaksa , Kecamatan Seririt Kabupaten Buleleng merupakan salah satu desa dengan sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai petani, baik petani lahan basah (sawah) maupun lahan tegalan/lahan kering yang sekaligus para petani memelihara ternak sapi sebagai sampingan. Lembaga/Organisasi sektor pertanian yang sudah sangat terkenal keberadaannya di bali yakni SUBAK, baik Subak Sawah maupun Subak Tegalan atau yang lebih dikenal dengan Subak Abian ,  Kebaradaan Organisasi ini sudah secara turun temurun dilakukan di bali. Di desa lokapaksa yang terdiri dari 3 subak sawah ( Subak Uma Desa, Subak Lebah Semawa dan Subak Tegal Intaran) serta 1 Subak Abian yakni Subak Abian Bila Sari, tergabung dalam wadah GAPOKTAN TRI LOKA AMERTHA beserta Kelompok-kelompok Tani lainnya seperti Kelompok Ternak Pucak Manik . Jika kita melihat sisi kesadaran Masyarakat dalam berorganisasi, membangun usaha bersama secara berkelompok, ditengah dijaman yang dihantui rasa ketidak percayaan masyar...

Awig Sebagai Salah Satu Landasan Hukum Kelompok

Dalam pergaulan hidup sehari hari kita senantiasa diatur oleh peraturan, baik yang tertulis Maupun peraturan tidak tertulis. Demikian juga dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Semua kegiatan warganegara diatur oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku.  Didalam kehidupan sosial kemasyarakatan di Bali pada umumnya tidak terlepas dari konsep "Tri Hita Karana", Pengertian Tri Hita Karana adalah tiga hal pokok yang menyebabkan kesejahteraan dan kemakmuran hidup manusia. Konsep ini muncul berkaitan erat dengan keberadaan hidup bermasyarakat di Bali yang mana keharmonisan hubungan antara manusia dengan tuhan, manusia dengan alam dan antar sesama manusia itu sendiri. Perpaduan tiga unsur itu secara harmonis sebagai landasan untuk terciptanya rasa hidup yang nyaman, tenteram dan damai secara lahiriah maupun bathiniah. Seperti inilah gambaran kehidupan sosial kemasyarakatan di Bali yang berpolakan Tri Hita Karana.

BIODYNAMIC FARMING = ORGANIK PLUS

Kemaren habis keja Keras, bangun pagi pun telat, lalu stel TV chanel NHK, Tiba-tiba Dwee...ng, dapet info pertanian BIODYNAMIC FARMING , Luar biasa...! bagi petani seperti saya yang sama sakeli belum mengenal dunia pertanian secara utuh. Paman Google Bekerja saat itu juga, dapetnya info berbahasa inggris, akalpun datang...! Twing..! Twing...! Paka bantuan Translate, walaupun belepotan tapi kanggoin aja yang penting tau sedikit-sedikit mengenai BIODYNAMIC FARMING. Tulisan ini kami kutip dari berbagai sumber, mudah-mudahan berguna bagi kita semua.   BIODYNAMIC FARMING Secara Etimologi Istilah BIODYNAMIC berasal dari 2 suku kata yakni BIO dan DYNAMIC , yang kedua suku kata tersebut diambil dari bahasa yunani. BIO atau BIOS yang Berarti Hidup dan DYNAMIC atau DINAMIS yang berarti Energi atau Kekuatan Pendorong. Jadi Biodynamic merupakan kombinasi dari praktek biologis dan dinamis.

Katanya, Bertani Tidak Membuat Bangga

Ada ribuan alasan kenapa generasi muda Bali sekarang memilih meninggalkan kehidupan bertani di desa, salah satu alalsan yang yidak bisa dibantah adalah, bahwa bertani tidak bisa menjamin kehidupan hari esok lebih baik, bahwa profesi sebagai petani tidak mampu membuat generasi muda merasa bangga. Ini sangat masuk akal, lihat saja para petani tradisional di desa-desa, siklus kehidupan mereka dari dulu hingga sekarang tak ubahnya seperti gasing yang dipaksa menjadi bandul jaman. berputar tergantung di tempat semula dan tak bisa beranjak. terkadang acap kali berbenturan dengan berbagai masalah, kemudian terkapar dalam kondisi yang sama dan di tempat yang sama pula. Jika ada anak muda yang mengatakan bahwa anak muda enggan menjadi petani semata mata karena tidak mau ber belepotan dengan lumpur atau gengsi, ini salah besar. sebab ketika pergi mencari kerja dikota, pekerjaan yang mereka dapatkan tidak jauh dari debu, cipratan air serta keringat, bedanya pekerjaan dikota bisa m...

BIOGAS ENERGI ALTERNATIF TERBARUKAN

PERMASALAHAN NASIONAL  Dari Sederet permasalahan nasional bangsa ini, ditengah Krisis energi melanda negri tercinta kita, mulai dari : mahalnya harga minyak tanah dan semakin langkanya Bahan Bakar Minyak, pemerintah telah melakukan berbagai upaya keras dan berbagai terobosan untuk menanggulangi krisis energi, Konversi minyak tanah ke LPG 3 Kg telah dilakukan, masalah pun muncul se-iring dengan subsidi yang tidak seimbang antara LPG 12 Kg dengan LPG 3 Kg, Mulai dari Isi Tabung Gas yang tidak sesuai dengan berat normal, berbagai tindakan pengoplosan tabung gas 3 Kg, kebocoran tabung gas, Kurangnya sosialisasi dalam penggunaan tabung gas hingga berakibat Meledaknya rumah penduduk hampir setiap hari bahkan hingga merenggut nyawa. Ketakutan pun melanda, setiap hari masyarakat disugukan dengan berita meledaknya tabung gas LPG 3 Kg, di daerah pedesaaan sebagian besar masyarakat takut menggunakan LPG 3 Kg hingga akhirnya kemballi kepada kebiasaan lama menggunakan kayu bakar sebagai bahan...