RSS : Articles / Comments


F1 Lahir di Kandang Koloni Kami

10/22/2012, Posted by Kelompok Ternak Pucak Manik, No Comment

Selamat Pagi para blogger, sebelumnya kami mohon maaf karena baru bisa posting sebuah artikel, mengingat kegiatan admin akhir-akhir ini begitu padat. 

Pada kesempatan kali ini saya akan menyampaikan sebuah proggres perkembangan kelompok kami terkait usaha pembibitan sapi bali yang kami lakukan, yang mana tulisan ini terkait dengan artikel kami sebelunya yang berjudul "Awalnya Ragu, Akhirnya Ketagihan di Suntik" mengenai hasil Inseminasi buatan (IB) atau yang lebih dikenal dengan Kawin Suntik.

Pada tulisan kami sebelunya mengangkat mengenai keragu-raguan petani dalam melakukan IB pada ternak mereka dan setelah melihat hasilnya berupa kelahiran Pedet/Godel sapi bali hasil IB akhirnya para petani ketagihan untuk meng IB sapi mereka.

Terkait dengan postingan kali ini F1 Lahir di Kandang Koloni Kami, ini sebagai tanda bahwa sebagian besar bibit sapi yang kami pelihara dari Pertengahan Tahun 2010 kini telah rata-rata melahirkan anak yang ke 2, dimana pada perkawinan yang pertama tidak menggunakan IB melainkan melalui kawin alami, dan pada perkawinan yang ke 2 ini seluruh sapi-sapi kami telah di IB dan hasilnya sebuah F1 bibit sapi bali.

Anakan F1 hasil IB sapi kami ini telah lahir dengan hasil yang menggembirakan. Dengan kasat mata kami bisa membedakan perbedaan yang jauh lebih baik apabila menggunakan IB dibandingkan dengan Kawin alami.

Perbedaan yang kelihatan jelas diantaranya : Bobot dan ukuran kelahiran yang jauh berat dan besar dibandingkan kawin alami, Bentuk Postur Tubuh yang  jauh lebih baik, saat baru lahir bulunya lebih merah dan lebih tebal.

Anakan Sapi-sapi kami yang Hasil IB yang pertama kali ini Kami sebut F1, kenapa F1..?, dimana F adalah Filial yang dalam istilah Genetika bila diterjemahkan berarti anak, dimana anakan ini di hitung berdasarkan hasil dari proses IB, dengan mengasumsikan induknya adalah bibit Bukan Hasil IB, sehingga induknya kami sebut F0, dan selanjutnya bila F1 ini nanti dikawinkan dengan pola IB dan melahirkan anak yang kami sebut F2 dan seterusnya.

Jadi dalam Hal ini kami baru memiliki F1 hasil IB, dan mulai saat ini pengkodingan data sapi-sapi kami akan kami lakukan dengan baik sehingga kedepan kami bisa memiliki sebuah database berupa Silsilah keturunan Sapi yang jelas produksi kelompok kami.

Komitmen kami adalah bila anakan hasil IB ini Betina tidak akan pernak kami jual dan akan kami kembangkan untuk menghasilkan Filial (F selanjutnya) sehingga kedepan kami akan mampu memproduksi bibit sapi bali yang jauh lebih baik dari yang ada sekarang.

Kedepan apabila F0 ini kami pelihara dengan masa produktif sampai 6 kali beranak, dengan asumsi setiap 14 bulan sapi bali produktif melahirkan anak, dan dengan asumsi anak yang dilahirkan betina maka dalam kurun waktu 7 Tahun kedepan kami memiliki 5 ekor F1 dari se ekor induk F0, 3 ekor F2 dari seekor F1, dan 1 ekor F3 dari sekor F2, maka dalam kurun waktu 6 tahun kedepan dengan total bibit unggul sejumlah 9 ekor. 
Pencapaian ini bukan tidak mungkin, mengingat jumlah F0 di kandang koloni kami saat ini sejumlah 24 ekor.

Cita-Cita kami kedepan dalam upaya mencapai F5 nantinya kami akan membangun sebuah sistem informasi  Recording Sapi Bali berbasis Komputerisasi, sistem ini nantinya identik dengan SISDUK (Sistem Informasi Kependudukan), dan kami saat ini dalam proses Perancangan Sistem baik itu ERD (Entitas Relationship Diagram), DFD (Data Flow Diagram) dan Flowchart serta software pengembangan sistem ini kemungkinan terbesar menggunakan VB.Net dengan database SQL.

Setelah sistem kami berhasil nanti kami akan share kembali di sini, akhir tulisan ini kami berharap semoga tidak ada halangan dan hambatan yang berarti dan cita-cita kami tercapai. Salam Sukses untuk Kita Semua dan Petani Indonesia Sejahtera

(Admin : Prince_ER)

No Comment

Poskan Komentar

Mohon komentar mengenai blog ini, atas artikel, segala kekurangan dan kelebihan dalam blog ini demi kemajuan blog ini, Terimakasih...!

Posting Baru Posting Lama Beranda